Tips Membuat bakso ikan yang kenyal dan sehat ala Rumah Tehape (Bagian I : Bahan Baku)

[Dept. THP FPIK Unpad, 2/3] Kata bakso berasal dari salah satu bahasa daerah China, Hokkien, yaitu “Bak” dan “So”. Bak artinya daging dan So artinya dibulatkan. Jadi secara bahasa, bakso adalah daging yang dibulatkan. Pada saat ini ternyata bayak varian bentuk bakso tidak hanya bulat, ada yang kotak, berbentuk hati, dan lain sebagainya. Penamaan bakso bisa berasal dari daerah pembuatnya yang terkenal, misal bakso Malang dan bakso Solo, bisa juga dari bentuknya misal bakso kotak, atau bahkan dari bahan bakunya misal bakso ayam, bakso sapi, dan bakso ikan.

Bakso yang disukai biasanya yang memiliki tekstur kenyal, oleh karena itu produsen bakso berlomba-lomba untuk menciptakan bakso bertekstur kenyal. Sayangnya, tidak jarang kita temukan bahan tambahan pangan (BTP) berbahaya pada bakso untuk mendapatkan tekstur kenyal ini. BTP berbahaya yang biasa ditambahkan untuk meningkatkan kekenyalan salahsatunya adalah boraks [Na2(B4O5)(OH)4].8H2O. Mengkonsumsi boraks dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan organ penting seperti  otak, hati, dan ginjal. Penambahan BTP berbahaya seperti boraks untuk menghasilkan tekstur bakso yang kenyal dapat dihindari dengan cara penanganan dan pengolahan bahan baku yang benar.

Berikut adalah tips yang bisa kita lakukan untuk membuat bakso ikan yang kenyal dan sehat versi Rumah Tehape:

  1. Bahan Baku

Bahan baku yang bagus tentu berpeluang besar untuk menghasilkan produk dengan mutu yang tinggi. Protein ikan adalah salah satu faktor yang berperan penting dalam proses pembentukan gel pada produk perikanan dalam hal ini adalah bakso. Ikan yang masih segar tentu saja kondisi proteinnya masih bagus, begitupun sebaliknya ikan yang tidak segar biasanya proteinnya sudah dirombak atau diurai oleh bakteri. Ciri ciri ikan segar bisa kita nilai secara sederhana yaitu dengan penilaian pancaindra kita (organoleptik). Ikan yang masih segar biasanya memiliki warna bola mata yang hitam cemerlang, sedikit berlendir, aroma segar khas ikan, dan tekstur yang kompak. Kita tekan tubuh ikan dengan jari, apabila bekas tekanan kembali kebentuk semula dengan waktu yang relatif cepat, maka bisa kita golongkan kalau tekstur ikan tersebut masih bagus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *